Dr.Cholichul Hadi, Drs., M.Si

Berpacu menjadi yang terbaik

MODUL 6 ETIKA WIRAUSAHA, TANTANGAN SERTA PERMASALAHAN DALAM KEWIRAUSAHAAN

diposting oleh cholichul-fpsi pada 16 December 2011
di modul kinerja kewirausahaan - 0 komentar

MODUL 6

ETIKA WIRAUSAHA, TANTANGAN SERTA PERMASALAHAN DALAM KEWIRAUSAHAAN

 

Etika berasal dari bahasa perancis Etiquette yang berarti kartu undangan, pada saat itu Raja-raja perancis sering mengundang para tamu dengan menggunakan kartu undangan. Dalam kartu undangan tercantum persyaratan atau ketentuan untuk menghadiri acara seperti waktu, pakaian, dan sebagainya.

Suatu kegiatan usaha haruslah dilakukan dengan etika atau norma-norma yang berlaku di masyarakat bisnis. Etika atau norma-norma itu digunakan agar para pengusaha tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan dan usahanya dijalankan dengan memperoleh simpati dari berbagai pihak.

 

Etika dalam arti luas :

  • Etika adalah tata cara berhubungan dengan manusia lainnya, karena masing-masing masyarakat beragam adat dan budaya.
  • Etika sering disebut sebagai tindakan mengatur tingkah laku atau perilaku manusia dengan masyarakat.
  • Tingkah laku itu perlu diatur agar tidak melanggar norma-norma atau kebiasaan yang berlaku dimasyarakat.

 

Etika wirausaha secara umum :

  • Sikap dan perilaku seorang pengusaha harus mengikuti norma yang berlaku dalam suatu negara atau masyarakat.
  • Berpenampilan sopan dalam suatu situasi atau acara tertentu.
  • Cara berpakaian yang layak dan pantas.
  • Cara berbicara yang santun dan tidak menyinggung orang lain
  • Perilaku yang menyenangkan orang lain.

 

 Etika dan norma setiap pengusaha :

1. Kejujuran.

2. Bertanggung-Jawab.

3. Menepati Janji.

4. Disiplin.

5. Taat Hukum.

6. Suka Membantu.

7. Komitmen Dan Menghormati.

8. Mengejar Prestasi

 

Tujuan dan manfaat etika wirausaha :

  1. Tujuan etika harus sejalan dengan tujuan perusahaan.
  2. Manfaat etika bagi perusahaan.

             - Persahabatan dan pergaulan.

             - Menyenangkan orang lain.

             - Membujuk pelanggan.

             - Mempertahankan pelanggan.

             - Membina dan menjaga hubungan.

 

 Wirausahawan sebagai pelaku bisnis dalam interaksinya dengan mitra mitra usaha akan dihadapkan pada kondisi yang menguntungkan maupun yang merugikan.

Wirausahawan akan berada pada lingkungan yang beragam, bila dilihat dari aspek dunia usahanya, status sosialnya, maupun dari aspek norma yang dianutnya,

Wirausahawan yang berhasil salah satu cirinya dapat dilihat dari segi kemampuan bergaul dalam kehidupan bisnisnya. Oleh karena itu, aspek pergaulan memegang peranan penting, maka bagi seorang wirausahawan disamping memiliki kemampuan memimpin dan berbisnis harus memiliki serta memahami etika bisnis. Disamping dipahaminya etika bisnis, kemampuan mengidentifikasi dan menghadapi permasalahan bisnis pun juga tidak dapat dikesampingkan.

 

Masalah yang dihadapi usaha kecil:

1. Permodalan dan akumulasinya.

2. Memperoleh informasi pasar.

3. Mendapatkan alih teknologi.

4. Manajemen.

5. Peluang pasar.

6. Inovasi.

7. Kesempatan dalam mengembangkan.

8. Skala ekonomi.

9. Kekuatan tukar menukar (bargaining power).

 

Berbagai perubahan dalam dunia usaha

Seorang wirausahawan harus memperhatikan berbagai perubahan dalam global usaha yang akan mempengaruhi iklim yang akan atau sedang ditekuninya. Beberapa kecenderungan yang sangat kuat akan mentransformasi perubahan lingkungan usaha pada dekade 90-an ini. Kecenderungan-kecenderungan tersebut meliputi perubahan dari pendekatan modal yang bersifat finansial menjadi modal yang bersifat sumber daya manusia. Perubahan tersebut menjadikan sumberdaya manusia yang berkualitas sebagai keunggulan yang kompetitif dalam organisasi usaha manapun. Perusahaan mulai mengincar pegawai khususnya manajer yang berkualitas/sukses seperti Tanri Abeng, bahkan diantaranya melakukan pembajakan tenaga kerja yang dianggap penting. Perubahan lainnya adalah bergesernya tempat dari tugas manajemen menengah (middle management) sebagai akibat adanya revolusi komputer. Komputer sebagian besar akan banyak menggantikan tugas tugas manajer menengah sehuingga top manajer akan banyak

memanfaatkan komputer dalam pengambilan keputusannya. Memulai komputer seorang manajer dapat mengakses berbagai data dari Bank Data maupun internet. Dilain pihak robotisasi akan menggantikan pekerja perkeja di lini perakitan (Naisbitt dan Aburdence, 1985).

Dalam menjalankan usaha atau memulai suatu usaha baru bagi wirausahawan domestik harus pula memperhatikan adanya perubahan perubahan dalam masyarakat atau dalam dunia usaha.

Beberapa perubahan yang patut dicatat adalah :

1. Munculnya masyarakat berkesejahteraan baru (Middle and up income group)

Perubahan ini disebabkan oleh ;

  • Adanya kemajuan di bidang pendidikan, komunikasi, perhubungan dan keuangan.
  • Peluang-peluang yang diciptakan oleh pemerintah.
  • Jaringan kerja internasional (international network) akibat industri di Jepang. Korea Selatan, Taiwan dan Singapore
  • Perubahan nilai-nilai masyarakat yang memungkinkan penghasilan ganda (suami-isteri).

2. Lahir generasi baru di pedasaan yang berpendidikan lebih tinggi (Tamat SLTP dan SLTA).

  • Keberhasilan program KB.
  • Pemerataan dalam memperoleh kesempatan pendidikan.

3. Revolusi komunikasi.

  • Perkembangan yang pesat dalam dunia pertelevisian.
  • Jaringan komunikasi yang makin canggih . Telpon genggam, internet, dsb.

4. Muncul tuntutan terhadap “convenience”dalam segala hal.

  • Meningkatkan daya beli.
  • Keterbatasan Produk yang ditawarkan makin banyak, dan

a. Cepat dapat dikonsumsi (fast food.)

b. Mudah dipakai/mudah dibuka untuk kemasan.

c. Bisa dicicil atau dibayar melalui kartu kredit (credit card).

5. Proses pengambilan keputusan makin pendek.

  • Muncul iklan-iklan yang menarik di televisi yang dapat dilihat dari pedesaan.
  • Selera konsumen dapat pipengaruhi dan diubah.

6. Terjadi perluasan pasar produk-produk bermerk

  • Masyarakat kian menggandrungi produk bermerk
  • Promosi yang gencar dan super intensif terhadap produk bermerk.

 

 

Sebab-Sebab Kegagalan Usaha Kecil

% Kegagalan

Penyebab

 Keterangan

0,44

Tidak kompeten

Tidak mampu menjalankan usaha secara;: fisik, moral, atau intelektual.

0,17

Kurang pengalaman kerja

Kurang pengalaman dalam manajemen pegawai dan sumber sumber lainnya sebelum terjun ke dunia usaha.

0,16

Pengalaman yang tidak berimbang

Tidak memiliki pengalaman yang seimbang di berbagai bidang penting seperti : pemasaran, keungan, pembelian dan produksi.

0,15

Tidak berbengalaman di lini produk/servis

Tidak atau kurang berpengalaman di lini

produk atau servis sebelum terjun di dunia usaha.

0,01

Lalai

Kurang perhatian terhadap usaha disebabkan; kebiasaan yang buruk ,kesehatan terganggu atau masalah rumah tangga.

0,01

Kesalahan atau bencana

Kesalahan: mismanagement

Bencana: Kebakaran

0,06

Tidak diketahui

-

Sumber: The Business Failure Record (New York & Bradstreet, inc,1981) hal 12.

 

NOTES : Pada modul keenam ini, secara umum anda diharapkan mampu memahami hal-hal yang menyangkut etika bisnis dalam kewirausahaan. Secara khusus, anda diharapkan dapat menjelaskan definisi serta implementasi etika dan jenis jenis tantangannya serta upaya penanggulangan dalam kegiatan bisnis.

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :